BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Kesehatan > Jumat Berbagi Berkah, Menyusuri Seberang Kota Jambi

Jumat Berbagi Berkah, Menyusuri Seberang Kota Jambi

Subhanallah, semangat ini tidak pernah pudar untuk selalu menebar keberkahan kepada masyarakat dhuafa, bahkan sampai ke pelosok negeri pun kami sambangi. Butiran keringat yang mengalir, langkah kaki yang tak gentar serta jalan sempit dan berliku in syaa Allah menjadi saksi ikhtiar para pegiat sosial Insan Madani Jambi untuk menyampaikan amanah bapak ibu donatur kepada mereka yang berhak menerima. Melalui program”Jum’at berbagi berkah” pegiat sosial Insan Madani yang terdiri dari dokter, perawat dan amil menyambangi saudara-saudara kita yang berada didaerah seberang Kota Jambi.

Jum’at berbagi berkah merupakan program rutin Insan Madani Jambi yang dilaksanakan setiap dua minggu yang dikemas dalam bentuk kegiatan pemberian layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara gratis serta penyerahan paket sembako yang langsung dilakukan di rumah-rumah para penerima manfaat. Pada kesempatan kali ini tim Insan Madani menyambangi 10 rumah keluarga dhuafa. Mayoritas penerima manfaat kali ini adalah orang tua lansia dengan jenis keluhan penyakit yang berbeda-beda. Sepuluh orang penerima manfaat yang kami sambangi adalah ibu Nimaturahma 39 tahun menderita penyakit magh, ibu fatmawati 59 tahun menderita penyakit asma, ibu zainai 78 tahun menderita penyakit hipertensi dan asam urat, bapak Abdul Muthalib 85 tahun mendrtia penyakit hipertensi, ibu Khadijah 65 tahun menderita penyakit hipertensi dan asma, bapak tarmizi 65 tahun menderita penyakit hipertensi, ibu Khoiriyah 75 tahun menderita penyakit hipertensi dan osteotritis, ibu Hasibah 85 tahun menderita penyakit magh, ibu Nurma 60 tahun menderita penyakit hipertensi serta yang terakhir bapak Rusidi 71 tahun menderita penyakit hipertensi dan ispa.

Mayoritas penyakit yang diderita para penerima manfaa adalah hipertensi yang juga banyak diderita oleh masyarakat lainnya. Ada cerita menarik pada salah satu keluarga dhuafa yang kami sambangi, yaitu keluarga bapak Tarmizi. Saat menyambangi rumah nya kami sempat tertegun dengan kondisi keluarga ini, tinggal di rumah panggung yang beratapkan daun nipah, ia memiliki anak yang menderita penyakit keterbelakangan mental. Dengan keseharian beliau yang bekerja sebagai pengrajin rotan dan istrinya pengupas pinang dia tetap berusaha menghidupi kelaurganya meskipun jauh dari kemewahan. Saat tim kami menanyakan mengapa anaknya tidak dibawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa, dengan suara pelan beliau menjawab, “kami dak punyo biaya, untuk makan sehari-hari bae pas-pasan, apo lagi untuk berobat” dengan logat khas jambi seberangnya. Terlihat binar dimatanya seakan dia menahan air matanya untuk tidak keluar dan meyakinkan dirinya bahwa dia mampu tegar menghadapi cobaan yang Allah berikan.

Itu hanya segelintir kisah hidup masyarakat dhuafa yang masih sangat membutuhkan uluran tangan kita, berbagilah karena berbagi membahagiakan. Terima kasih bapak ibu donatur Insan Madani, selalu terselip do’a untuk kalian semoga Allah selalu menyayangi kalian. Aamin yaa robbal ‘aalamiin.

Rekening Donasi

Leave a Reply