BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Mahkota Penghafal Al-Qur’an

Mahkota Penghafal Al-Qur’an

Mahkota Penghafal Al-Qur'an

Mendengar kata Hafidzh tentu sudah tak asing untuk para penghafal Al-qur’an. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hafidzh terbanyak di Asia. Bahkan hafidzh Indonesia dikenal mampu menarik perhatian dunia. Bahkan jika mengulik perjalanan baginda Rasulullah dan Al-qur’an dimana Rasulullah adalah seorang yang ummi (tidak bisa membaca) demikian pula sebagian besar bangsa arab dizaman Rasulullah adalah kaum yang ummi pula. Pada awal turunnya ayat  Qur’an, disampaikan dari mulut kemulut dihafalkan oleh para pengikut Rasulullah. Mereka yang bisa membaca dan menulis, menuliskan ayat- ayat Qur’an tersebut dipelepah kurma, dan kulit kambing. Namun sebagian besar umat Islam ketika itu menghafal ayat Qur’an tersebut dan selalu membacanya dalam kehidupan sehari-hari secara rutin.

Salah satu keajaiban Qur’an yaitu mudah untuk dihafal dan diingat. Sampai hari ini bahkan, tidak ada satupun pendeta atau pastur yang hafal seluruh kitab injil tanpa salah walaupun hanya satu huruf. Demikian pula  tidak ada  pendeta Hindu yang mampu menghafal kitab Weda tanpa salah satu hurufpun demikian juga hal nya dengan  agama  lain seperti Budha, Shinto atau Khonghucu. Adakah  selama ini kita mendengar pendeta yang hafal kitab agamanya  masing-masing  seperti umat Islam menghafal Qur’an?. Lantas, inilah yang menjadikan Al-qur’an sebagai mukjizat. Al Qur’an adalah kitab suci yang indah dan mudah dihafal, sehingga banyak orang yang mampu menghafalnya tanpa salah satu hurufpun.

Indonesia juga sudah mulai banyak  memiliki pondok dan pesantren khusus bagi para penghapal Qur’an. Jika di tekuni secara serius umumnya anak anak remaja bisa menghapal Al- Qur’an sebanyak 30 Juz dalam tempo antara 2 s/d 3 tahun. Bagi orang dewasa yang sibuk tentu tidak bisa secepat itu , ada yang menghapal Qur’an 1 Juz selama satu tahun, ada juga yang mampu 2 atau 3 Juz selama satu tahun. Sehingga untuk menghapal Qur’an 30 Juz dibutuhkan waktu antara 10 s/d 30 tahun. Rasulullah beserta para sahabat juga menghapal Qur’an 30 Juz tersebut selama 23 tahun, karena masa turunnya Qur’an memang selama 23 tahun itu. Modal utama untuk menghapal Qur’an adalah tekad dan kemauan, insyaAllah.

Lalu kapankah para penghafal Al-qur’an memperoleh mahkotanya?. Rasulullah SAW bersabda: :”Penghafal Al Qur’an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur’an akan berkata: “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Qur’an kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Qur’an memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan naikilah surga,dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (HR Tirmidzi)

Selain itu pula, skan menempati tingkatan yang tinggi di Surga Allah ‘Azza wa Jalla. Maka tingkatan surga yang di masuki oleh penghafal Al Qur’an adalah tingkatan yang paling atas, dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu.

Rekening Donasi