BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Kegiatan Sosial > Mereka Juga Saudara Kita

Mereka Juga Saudara Kita

Dinginnya udara pagi dan tebalnya kabut asap yang masih menyelimuti Jambi tidak menyurutkan tekat para pegiat sosial Insan Madani untuk melintasi perjalanan yang terjal dan penuh tantangan dalam menyampaikan amanah para donatur kepada saudara kita yang berada di pemukiman Suku Anak Dalam Bukit Dua Belas.

Sabtu, 24 Oktober 2015. Perjalanan yang dimulai pukul 05.00 WIB memakan waktu kurang lebih 6 jam perjalanan untuk sampai dan bertemu dengan mereka. Bukan perjalanan yang mudah tanpa tantangan, selain kondisi jalan yang memprihatinkan, kita pun harus melintasi sungai dengan menggunakan pompong tanpa pengamanan yang memadai. Tidak hanya sebatas itu, untuk sampai ke pemukinan warga Suku Anak Dalam, perjalanan harus ditempuh dengan menggunakan kendaran roda dua dengan kondisi jalan yang membahayakan. Dengan kondisi perjalan septerti itu tidak menggoyahkan langkah kaki dan menyurutkan tekat kami.

Sesampainya di Desa Rawa Mekar tim insan madani berhenti di rumah Tumenggung dan dilaksanakan pembagian paket sembako untuk 50 KK dan paket nutrisi untuk balita, perjalanan dilanjutkan ke musolla Desa Rawa Mekar untuk memberikan alat-alat sarana ibadah berupa sajadah, iqra’, al-qur’an, kipas angin, mukenah dan jam dinding, masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan tim Insan Madani. Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang jikalau hujan tidak bisa ditempuh dengan kendaraan. Tapi tak apalah, karena dibenak kami, kami akan melintasi kawasan hutan rimbun nan asri dan hirupan udara segar, bertemu lansung dengan keluarga-keluarga kecil SAD yang masih mendiami hutan. Namun, yang kami jumpai kontradiktif dengan apa yang kami bayangkan. Miris ketika melihat kondisi hutan yang terbentang begitu luas dirusak, dari dalam tanahnya keluar asap dan kondisi udara yang sangat tidak sehat, demi kepentingan satu pihak mendzalimi yang lain. Kami pun tidak bisa bertemu langsung dengan mereka yang berdiam didalam hutan karena tempat mereka telah dirusak, mereka terpaksa mencari tempat yang lebih aman. Sepanjang perjalanan kami bertemu dengan beberapa masyarakat SAD yang sudah berpindah ke desa dengan kondisi kehidupanan yang lebih modern.

Menurut penjelasan seorang warga bahwa pemerintah telah menyediakan rumah bagi mereka di atas lahan seluas 1 hektar, namun sayangnya mereka tidak diberi pendampingan ekonomi dan pendidikan. Mayoritas masyarakat SAD yang bermukin di sana tidak berpenghasilan dan anak-anak usia sekolah tidak mengenyam pendidikan. Dengan kondisi seperti itu mereka lebih suka bermukim di dalam hutan, bersahabat dan bergantung pada alam untuk kelangsungan hidup mereka. Tapi itu dulu, sebelum hutan yang bagi mereka adalah rumah dirusak. Mereka juga saudara kita, sehinggat mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita, semoga kita bisa berbuat lebih besar lagi bagi kelangsungan hidup mereka. Terima kasih atas uluran tangan para donatur, hanya Allah yang mampu membalasnya.

Leave a Reply