BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Sebilah Pedang Perperangan

Sebilah Pedang Perperangan

SEBILAH PEDANG AKAN SELAMANYA TERLIHAT PENDEK, JIKA BELUM DIGUNAKAN DALAM PEPERANGAN

فَأَلْقَاهَا فَإِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعَىٰ

“Lalu dilemparkanlah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.”

Ayat keduapuluh dari Surat Thaha di atas tengah menceritakan saat Nabi Musa melemparkan tongkat yang selama ini digunakan untuk membantu berbagai aktivitas seperti berjalan di semak belukar, menggembala ternak, memikul bekal perjalanan, dan lain-lain.

Nabi Musa tidak tahu bahwa tongkat itu bisa menjadi ular apabila ia melemparkannya ke tanah. Maka Allah perintahkan untuk coba melempar saja dulu, kemudian lihat nanti apa yang terjadi.

Benar saja ketika tongkat itu dilempar, tetiba bertransformasi menjadi seekor ular yang merayap cepat. Keajaiban tongkat tersebut selanjutnya menjadi mukjizat tersendiri bagi Nabi Musa, dan kelak akan membantunya saat melawan Fir’aun.

Seandainya Nabi Musa tidak mengambil keputusan untuk melempar saat itu, mungkin selamanya tongkat tersebut hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam perjalanannya. Tetapi ayat di atas telah membuktikan bahwa sang Nabi berani untuk melemparkan.

Kisah ini mengingatkan kita pada kata-kata bijak yang sering dilontarkan orang-orang barat,

It always seems impossible until it’s done.

Semua hal selalu tampak mustahil, sampai hal tersebut dilakukan. Apapun impian yang kita rencanakan, akan selalu terlihat sulit kalau hanya dibayangkan saja tanpa ada keberanian untuk mengambil tindakan mewujudkannya.

Maka cobalah dulu untuk menekuni hal tersebut, insya Allah kita akan melihat fajar keberhasilan. Bukankah dahulu Allah juga perintahkan Nabi Musa untuk coba melempar saja dulu tongkatnya itu.

Atau dalam nasihat orang-orang tua masa lampau, terkenal sebuah kisah bijak tentang seorang anak yang mendapat warisan berupa sebilah pedang untuk perang membela agama dan negerinya.

Sang anak yang baru pertama melihat pedang peninggalan ayahnya itu berkata, “Ibu kelihatannya pedang ini terlalu pendek!”

Maka dengan penuh kehangatan ibunya menjawab, “Gunakan saja dulu pedang itu untuk berperang, nanti kau akan melihatnya menjadi panjang!”

Tepat sekali perkataan sang ibu tersebut. Sebilah pedang akan selamanya terlihat pendek, jika belum digunakan dalam peperangan. Kita tidak akan pernah tahu potensi luar biasa seperti apa yang kita miliki, kalau kita tidak pernah mencoba untuk melakukannya.

Maka kembali kepada ayat di atas, intinya adalah keberanian melakukan sesuatu yang belum pernah kita coba sebelumnya. Apa yang nanti akan kita lihat dari tongkat kita masing-masing? Tak ada yang tahu. Yang pasti, tak akan terjadi apa-apa kalau kita belum melemparkannya. Maka lemparkanlah! Bertindaklah!

Ngomong-ngomong, Surat Thaha adalah surat ke-20 dalam Al-Quran, dan ayat di atas juga ayat ke-20. Memang hanya kebetulan saja kalau digabungkan menjadi 2020.

Tetapi tak ada salahnya juga kalau ayat mulia tersebut kita jadikan muhasabah sebagai pembuka tahun 2020 ini. Bahwa di tahun ini akan menjadi tahun di mana kita berani memulai untuk melakukan hal-hal baru!