BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Tunaikan Zakat Di Akhir Tahun

Tunaikan Zakat Di Akhir Tahun

zakat akhir tahun

Salah satu syarat wajib zakat adalah harta tersebut telah dimiliki atau telah diusahakan selama setahun oleh muzakki. Dalam bahasa Arabnya adalah telah berlalu satu haul. 
Zaman dulu hitungan satu haul mengacu kepada tahun Hijriah. Karena umat Islam terbiasa dengan perhitungan tahun hijriah. Biasanya mereka akan memilih di antara bulan-bulan Hijriah. 

Karena zakat wajib ditunaikan pada saat harta tersebut telah berlalu satu tahun dan sampai nishab. Artinya, kalau dimulainya Ramadhan, berarti nanti membayar zakatnya pada bulan Ramadhan, jika bulan Muharram berarti juga bulan Muharram.

Akan tetapi, di zaman modern sekarang orang lebih familiar menggunakan tahun Masehi, apalagi bagi perusahaan tahun bukunya dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember karena nanti berkaitan dengan pembagian dividen dan pajak.

Karena agama kita memberikan kemudahan, maka sebagian ulama berpendapat tidak masalah jika dalam penghitungannya mengacu pada tahun Masehi. Artinya, ketika seseorang sudah memiliki harta lebih dari setahun dan mengikuti tahun Masehi maka dia diharuskan untuk  zakat.

Apalagi yang berkaitan dengan pencatatan selama setahun, misalnya kalau orang punya usaha dagang maka biasanya pencatatannya adalah mengikuti tahun Masehi. Ini akan sangat memudahkan orang yang memiliki usaha yang mengikuti tahun bukunya masehi maka di akhir tahun zakatnya dihitung kemudian dibagikan.

Secara singkat Zakat akhir tahun adalah zakat yang dikeluarkan setiap akhir tahun masehi maupun hijriah, zakat ini meliputi harta berupa Emas/Perak, Saham, Investasi, Tabungan , harta dari usaha perdagangan, usaha perdagangan hewan ternak atau anda memilki perusahaan yang sudah dimiliki atau berjalan selama 1 tahun (Haulnya 1 tahun)

Harta yang dizakatkan wajib memenuhi syarat-syarat berikut :

  1. Milik penuh, harta yang dizakatkan wajib sepenuhnya dimiliki oleh muzakki.
  2. Berkembang, yaitu harta tersebut memiliki potensi berkembang bila diusahakan
  3. Mencapai Nisab, yakni harta tersebut sudah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan (senilai 85 gram emas)
  4. Lebih dari kebutuhan pokok
  5. Bebas dari hutang, apabila harta yang dizakatkan telah mencapai nishab tapi muzakki masih memiliki hutang yang apabila dikonversikan akan mengurangi harta yang dizakatkan maka tidak wajib menzakatkan harta melainkan untuk membayar hutang terlebih dahulu.
  6. Mencapai Haul, harta yang dizakatkan sudah mencapai haul atau genap satu tahun.

Mudah-mudahan hal tersebut akan menjadi keberkahan bagi usahanya dan juga memberikan kemudahan dalam menghitung berapa zakat yang harus ditunaikan. Sekali lagi, zakat akhir tahun ini adalah salah satu upaya memudahkan kita untuk menghitung zakat kita karena mengikuti kebiasaan pencatatan yang ada di usaha kita. Sehingga kita tidak perlu dua kali menghitungnya

Mudah-mudahan zakat yang ditunaikan menjadi berkah bagi usahanya, menjadi berkah bagi pemiliknya, menjadi berkah bagi seluruh yang terlibat di dalam usahanya. Dan mudah-mudahan kedepannya usaha tersebut senantiasa mendapatkan kemanfaatan bagi semuanya. Mari terus salurkan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf Anda ke Yayasan Insan Madani Jambi untuk Program Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat.

Baca juga : manfaat zakat bagi umat islam