BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Pendidikan > Belajar di Usia Dini “Bagai Mengukir di Atas Batu”

Belajar di Usia Dini “Bagai Mengukir di Atas Batu”

mengukir di atas batu

Pernahkan mendengar ungkapan “ Belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar sesudah dewasa bagai mengukir di atas air”

Ya semakin dini anak belajar, maka semakin membentuk dan menanamkan karakter dan menentukan masa depannya. Mengapa bisa terjadi ?

Menurut psikolog anak Desni Yuniarni dalam artikel alifiqra.id, informasi seperti apapun akan diserap anak tanpa melihat baik atau buruknya. Informasi ini nantinya akan menjadi pondasi pembentukan karakter, kepribadian, dan kemampuan kognitif mereka.

Dimasa kecil, anak tidak ada kesibukan yang begitu serius selain bermain dan belajar. Berbeda dengan orang dewasa yang telah bekerja sudah terlalu sibuk untuk mencari uang. Anak akan mudah menangkap apa yang dia pelajari dan akan selalu melekat di pikiran anak tersebut. Itulah mengapa disebutkan belajar diwaktu kecil, bagai mengukir di atas batu.

Di sekolah seorang guru setidaknya harus mempunyai metode pengajaran yang kreatif dan inovatif , menjadi teladan yang baik, dan menguasai materi pembelajaran.

Maka siswa yang di ajarkan aman selalu mengingat atau mungkin tidak akan lupa karena ilmu pengetahuan sudah menyatu dalam diri dan kehidupan sehari-harinya.

Lebih baik lagi jika tidak meninggalkan ilmu agama tentunya kita yang beragama islam untuk belajar mengaji, belajar sholat, dan ilmu agama islam lebih dalam lagi.

Mengapa anak perlu dibekali dengan ilmu agama? Karena anak perlu tahu siapa tuhannya, apa kewajibannya, jika ilmu agama tidak dipelajari, maka bukan hal yang tidak mungkin jika anak akan melawan terhadap orang tua.