Emotional Quotient (EQ)

Umumnya, banyak para orang tua yang hanya cenderung memikirkan cara untuk meningkatkan Intelligence Quotient (IQ) anak. Namun nyatanya Emotional Quotient (EQ) juga tak kalah pentingnya untuk perkembangan anak di kemudian hari. Emotional Quotient (EQ), bukanlah mutlak bawaan sejak lahir, Emotional Quotient (EQ), dapat berubah dan diasah seiring dengan bertambahnya usia dan kedewasaan.

Kecerdasan emosional (Emotional Quotient) adalah kemampuan seseorang untuk memahami, mengunakan, dan mengelola emosi. Kecerdasan emosional (Emotional Quotient) dapat membantu siapa saja termasuk anak – anak untuk membangun hubungan yang kuat, membuat keputusan, dan menghadapi situasi sulit. untuk membentuk karakter Emotional Quotient (EQ) anak, sangat diperlukan peran besar orang tua dalam menerapkan pola asuh kepada anak.

Anak yang memiliki kualitas Emotional Quotient (EQ) positif dibentuk dari penghargaan, perhatian, empati, dan kebaikan kedua orang tua juga lingkungan sekitarnya. Dengan membiasakan anak mengucapkan kata – kata ajaib seperti terima kasih, tolong, maaf, atau permisi, maka akan membentuk anak yang ringan untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan. Selain itu,  juga akan membentuk anak untuk dapat mengontrol emosinya sendiri  Salah satu ciri anak yang memiliki Emotional Quotient (EQ) yang tinggi antara lain dapat menyesuaikan emosional dengan orang lain, berempati, dan sadar akan posisi dirinya.

Sedangkan anak yang memliki anak yang memiliki Emotional Quotient (EQ) yang rendah berpotensi memiliki sikap yang suka membantah. tapi, jika anak tersebut memiliki Emotional Quotient (EQ) nya stabil, ia akan bisa mengendalikan emosinya

Similar Posts