BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Kegiatan Sosial > Hargai Moment Berdialog Antar Sesama

Hargai Moment Berdialog Antar Sesama

hargai moment berdialog

Berdialog adalah komunikasi timbal balik antara dua orang. Dalam dunia jurnalistik dialog sepadan dengan wawancara, seorang jurnalis ketika hendak menggali data dan  perspektif dari seseorang ,maka ia akan mewawancarainya.

Seorang saksi, tersangka, terduga, akan diwawancarai polisi untuk diambil keterangan-keterangan, testimoni, dan pengakuan kejadian di lapangan.

Di ruang kelas setelah seorang guru mengajar sebuah mata pelajaran  tertentu biasanya sang guru menyediakan sesi tanya jawab atau dialog  bagi para siswa-siswanya.

Dialog itu hal penting, sebab dengan begitu kita bisa ‘take and give’ terhadap suatu permasalahan tertentu atau kita sekedar melepas kepenatan.

Dengan sering berdialog kita tidak menyangka, ternyata orang lain memiliki pandangan yang mungkin berbeda dengan kita atau bahkan penguasaan masalahnya cukup detil dan.komprehensif.

Ada satu dialog yang diberi nama dialog imajiner, misalkan dialog seorang penulis dengan seorang tokoh besar yang telah lama wafat, maka lahirlah karya tulis ‘ dialog imajiner dengan sang tokoh’.

Dialog imajiner ditulis dengan terlebih dahulu sang penulis membaca ,mendengar, dan menganalis tulisan-tulisan tentang sang  tokoh yang hendak ditulis.

Badan kita terdiri atas badan dhahir dan batin yang keduanya terhubung dalam sebuah ‘instalasi’ yang rumit dan hebat , ciptaan agung dari Tuhan Yang Maha Agung, namun kita bisa merasakannya.

Semua anggota tubuh kita bersatu padu untuk menjalankan visi, misi dan program kerja kita. Bila suatu saat tubuh kita menderita sakit, berarti ada bagian tubuh kita yang ‘ngeyel’ melakukan sesuatu yang berlebihan.

Sebagai satu ‘warga negara’ dan satu ‘keluarga’ maka diantara anggota tubuh harus sering melakukan dialog bahkan bermusyawarah dengan ‘hati’ sebagai pimpinannya.

Momen dialog dan musyawarah anggota tubuh untuk memperkuat dan mengembalikan fungsi masing-masing anggota badan sesuai dengan kadar tanggung jawab dan kemampuanya, dan setiap fatwa dan perintah ‘hati’ sebagai ‘sang raja’ harus dihayati, ditaati,dan dilaksanakan, dari momen-momen  tersebut, kita sangat berharap diri kita mewujud menjadi manusia harmoni dan baik hati.