BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Lembaga Amil Zakat > Lima Nilai Dahsyatnya Zakat | Insan Madani

Lima Nilai Dahsyatnya Zakat | Insan Madani

lima nilai dahsyatnya zakat

Zakat adalah kewajiban bagi umat muslim sebagaimana telah disyariatkan oleh Allah SWT. Selain sebagai amanat religi, Majdah Amir mengungkapkan bahwa zakat juga memiliki nilai ekonomis, sosial, politis, dan etis.

Secara etimologi (bahasa) kata “zakat” diambil dari kata (az-zakah), sedang lafal (az-zakah) berarti tumbuh, baik, suci dan berkah. Syariatnya dapat kita ditemui di banyak ayat Al-Quran.

Dalam Quran surat at-Taubah (9): 103, Allah SWT memulai firmannya tentang zakat dengan ‘khudz’ yang merupakan fi’il amr, seruan,  atau perintah.

“Ambilah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui”.

Dalam tafsir Nurul Quran dinyatakan bahwa perintah Tuhan ini (khudz) merupakan suatu dalil nan jelas yang dengan itu pemimpin pemerintah Islam berkewajiban mengambil zakatt dari masyarakat.

Ini dilakukan bukan dengan cara harus menunggu sampai orang-orang tersebut berkeinginan untuk membayarkan zakat setelah timbul kemauan mereka sendiri, dan jika tidak, mereka tidak membayarkannya.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa perintah tersebut bersifat umum tidak hanya kepada orang-orang yang mengakui dosa-dosa mereka dan mencampuradukkan antara amal kebaikan dengan perbuatan buruk

1. Nilai Religius

Bernilai religius karena merupakan salah satu rukun Islam. Melaksanakannya menjadi salah satu asas keimanan dan adalah implementasi nilai ketakwaan seseorang.

2. Nilai Ekonomis

Bernilai ekonomis karena menjadi sumber pendapatan abadi bagi masyarakat di negara Islam. Dengan adanya sumber tersebut, kemakmuran secara ekonomi akan terjamin

3. Nilai Politis

Juga bernilai politis karena negara turut ambil bagian dalam mengumpulkan dan membagikannya kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat)

4. Nilai Sosial

Bernilai sosial karena dapat menjadi semacam asuransi kesehatan atau bencana bagi masyarakat. Zakat juga membantu meningkatkan solidaritas, menghindarkan rasa iri dan menyatukan hati.

5. Nilai Etis

Bernilai etis karena dengan berbagi kita dapat membersihkan jiwa dan menghendaki kedermawanan sosial (filantropis). (NA)

Baca Juga : keutamaan sholat dhuha