BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > 10 malam terakhir ramadhan

10 malam terakhir ramadhan

malam terakhir

Dalam 10 malam terakhir ramadhan biasanya banyak umat muslim yang berdiam diri dimasjid untuk melakukan iktikaf, mereka melakukannya untuk mencari berkah dari malam lailatul qadar.

Sebenarnya apa iktikaf itu?

Ditinjau dari segi bahasa, iktikaf berasal dari kata: dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi Yaitu berdiam di suatu tempat dan tetap dalam keadaan demikian untuk melakukan sesuatu pekerjaan, yang baik maupun yang buruk2.

Yang menunjukkan bahwa kata iktikaf juga digunakan untuk sesuatu yang buruk, diantaranya firman Allah subhanahu wa taala yang Artinya: “Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah (beriktikaf) kepada berhala mereka.” (QS.Al A’raf: 138).

Sedangkan Iktikaf menurut istilah syariat adalah berdiam di masjid dalam rangka ibadah dari orang yang tertentu, dengan sifat atau cara yang tertentu dan pada waktu yang tertentu

Iktikaf yang disyariatkan ada dua macam: iktikaf sunah dan wajib.

  1. Iktikaf sunah adalah iktikaf yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan rida Allah Swt. seperti; iktikaf 10 hari terakhir pada bulan Ramadan.
  2. Iktikaf wajib adalah iktikaf karena bernazar, seperti: “Kalau Allah Swt. menyembuhkan penyakitku ini, maka aku akan beriktikaf”.

Orang yang beriktikaf harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Muslim
  2. Niat
  3. Balig/Berakal
  4. Suci dari hadas (junub), haid, dan nifas
  5. Dilakukan di dalam masjid

Oleh karena itu, iktikaf tidak sah bagi orang yang bukan muslim, anak-anak yang belum dewasa, orang yang terganggu kewarasannya, orang yang dalam keadaan junub, wanita dalam masa haid dan nifas.