BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Pentingnya Setiap Muslim Memiliki Amalan Andalan

Pentingnya Setiap Muslim Memiliki Amalan Andalan

memiliki amalan

Setiap Muslim harus memiliki amalan andalan yang bisa menjadi penopangnya  di akhirat kelak. Para sahabat mempunyai keutamaan masing-masing yang beragam. Ada sahabat yang ahli sedekah, jihad, ibadah, puasa, dan lain sebagainya.

Sekecil apapun sebuah amal bisa menjadi andalan bagi pelakunya di akhirat kelak. Apalagi amalan yang dilakukan secara istiqomah.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW melalui hadist riwayat Muslim, “Peliharalah wajah kalian dari api neraka, walau dengan (berinfak) sebutir kurma.”

Setiap amal baru bisa menjadi andalan bagi pelakunya jika memenuhi dua syarat. Pertama, harus ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Kedua, amal tersebut (ittiba’) mengikuti sesuai dengan yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW.

Dari ’Aisyah, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah. Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,

أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.”(H.R Muslim)

Maka hadis ini memperkuat pentingnya ibadah dilakukan secara berkelanjutan bagi setiap Muslim. Namun, karena keterbatasan kemampuan, maka sebagai seorang muslim kita harus memilih amalan tertentu. Walaupun nilai atau bobotnya lebih kecil, amal yang dilakukan secara berkelanjutan ini bisa menjadi amalan andalan.

An Nawawi rahimahullah mengatakan, ”Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun rutin dilakukan, itu lebih baik dari amal yang banyak namun cuma sesekali saja dilakukan. Ingatlah bahwa amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amal ketaatan, dzikir, pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amal tersebut diterima oleh Sang Kholiq Subhanahu wa Ta’ala. Amalan sedikit yang rutin dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar dan berlipat dibandingkan dengan amal yang sedikit namun sesekali saja dilakukan.” (Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 3/133, Mawqi’ Al Islam,Asy-Syamilah).

Wallahu a’lam