{"id":7628,"date":"2024-05-08T12:11:30","date_gmt":"2024-05-08T05:11:30","guid":{"rendered":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/?p=7628"},"modified":"2024-05-08T12:11:31","modified_gmt":"2024-05-08T05:11:31","slug":"pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/","title":{"rendered":"Pengelolaan Emosi Pada Anak Usia Dini"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam masa tumbuh kembangnya, anak \u2013 anak akan mengalami berbagai situasi dan pengalaman baru. Pengalaman ini akan berpengaruh terhadap emosi yang mereka miliki. Beberapa orang tua banyak yang meremehkan perkembangan emosi anak hanya karena mereka masih kecil. Bahkan banyak orang tua yang menganggaap ekspresi emosi anak tidaklah penting. Karena beberapa dari orang tua tidak ingin memahami permasalahan tersebut, sehingga semua dikembalikan pada anaknya. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketidakpedulian orang tua inilah yang dapat menyebabkan berbagai permasalahan bagi perkembangan perilaku anak. Hal ini, dapat menyebabkan efek psikologis yang berbahaya pada perkembangan anak. Berbagai bentuk penyimpangan, seperti suka berkelahi, melakukan perundungan, mudah terpacing emosi, dan lainnya adalah beberapa contoh permasalahan dari buruknya pengelolaan emosi anak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00a0Jika hal ini terjadi dan tidak diatasi, maka akan membekas dan berakibat ke tindakan lainnya di masa mendatang. Buruknya pengelolaan emosi pada anak ini, tidak timbul secara mendadak, hal ini, masih berkaitan dengan masa lalunya dan efek psikologis yang dialaminya saat kecil. Respon anak terhadap sesuatu sampai tantrum, kesedihan dan kemarahan yang berlebihan, stress atau bahkan terjadi tindak kekerasan, akan sering anak lakukan, jika tidak diajarkan mengelola emosi. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu salah satu cara bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak mengelola emosinya antara lain dengan mengajak anak untuk mengungkapkan perasaannya. Berikan kata \u2013 kata emosi yang berbeda sesuasi dengan suasana hatinya seperti perasaan bahagia, takut, marah, kesal, gugup dsb. Selain itu, perilaku orang tua adalah hal yang paling mudah dicontoh oleh anak. Maka, jika ingin anak dapat mengelola emosi dengan baik, orang tua pun juga harus memberikan contoh pengelolaan emosi yang baik. Seperti ungkapkan perasaan dengan bijak dan tidak berteriak saat marah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam masa tumbuh kembangnya, anak \u2013 anak akan mengalami berbagai situasi dan pengalaman baru. Pengalaman ini akan berpengaruh terhadap emosi yang mereka miliki. Beberapa orang tua banyak yang meremehkan perkembangan emosi anak hanya karena mereka&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7629,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_kadence_starter_templates_imported_post":false,"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","footnotes":""},"categories":[3,4],"tags":[],"class_list":["post-7628","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","category-pendidikan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengelolaan Emosi Pada Anak Usia Dini - LAZ Insan Madani Jambi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh karena itu salah satu cara bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak mengelola emosinya antara lain dengan mengajak anak untuk mengungkapkan perasaannya. Berikan kata \u2013 kata emosi yang berbeda sesuasi dengan suasana hatinya seperti perasaan bahagia, takut, marah, kesal, gugup dsb. Selain itu, perilaku orang tua adalah hal yang paling mudah dicontoh oleh anak. Maka, jika ingin anak dapat mengelola emosi dengan baik, orang tua pun juga harus memberikan contoh pengelolaan emosi yang baik. Seperti ungkapkan perasaan dengan bijak dan tidak berteriak saat marah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengelolaan Emosi Pada Anak Usia Dini - LAZ Insan Madani Jambi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh karena itu salah satu cara bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak mengelola emosinya antara lain dengan mengajak anak untuk mengungkapkan perasaannya. Berikan kata \u2013 kata emosi yang berbeda sesuasi dengan suasana hatinya seperti perasaan bahagia, takut, marah, kesal, gugup dsb. Selain itu, perilaku orang tua adalah hal yang paling mudah dicontoh oleh anak. Maka, jika ingin anak dapat mengelola emosi dengan baik, orang tua pun juga harus memberikan contoh pengelolaan emosi yang baik. Seperti ungkapkan perasaan dengan bijak dan tidak berteriak saat marah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LAZ Insan Madani Jambi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/insanmadanijambi.org\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-08T05:11:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-08T05:11:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/PENGELOLAAN-EMOSI-PADA-ANAK-USIA-DINI.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"719\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"404\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin im\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@insanmadanijambi\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@insanmadanijambi\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin im\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin im\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/389a9c45ff6a7184c87221d7b2938ca1\"},\"headline\":\"Pengelolaan Emosi Pada Anak Usia Dini\",\"datePublished\":\"2024-05-08T05:11:30+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-08T05:11:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\\\/\"},\"wordCount\":266,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/PENGELOLAAN-EMOSI-PADA-ANAK-USIA-DINI.jpeg\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\",\"Pendidikan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\\\/\",\"name\":\"Pengelolaan Emosi Pada Anak Usia Dini - LAZ Insan Madani Jambi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/PENGELOLAAN-EMOSI-PADA-ANAK-USIA-DINI.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-05-08T05:11:30+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-08T05:11:31+00:00\",\"description\":\"Oleh karena itu salah satu cara bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak mengelola emosinya antara lain dengan mengajak anak untuk mengungkapkan perasaannya. Berikan kata \u2013 kata emosi yang berbeda sesuasi dengan suasana hatinya seperti perasaan bahagia, takut, marah, kesal, gugup dsb. Selain itu, perilaku orang tua adalah hal yang paling mudah dicontoh oleh anak. Maka, jika ingin anak dapat mengelola emosi dengan baik, orang tua pun juga harus memberikan contoh pengelolaan emosi yang baik. Seperti ungkapkan perasaan dengan bijak dan tidak berteriak saat marah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/PENGELOLAAN-EMOSI-PADA-ANAK-USIA-DINI.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/PENGELOLAAN-EMOSI-PADA-ANAK-USIA-DINI.jpeg\",\"width\":719,\"height\":404},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengelolaan Emosi Pada Anak Usia Dini\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/\",\"name\":\"Lembaga Amil Zakat Insan Madani Jambi\",\"description\":\"Ditangan Kami Donasi Anda Lebih Berarti\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/#organization\",\"name\":\"Insan Madani Jambi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/logo-yim-2023.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/logo-yim-2023.png\",\"width\":7087,\"height\":4725,\"caption\":\"Insan Madani Jambi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/insanmadanijambi.org\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/insanmadanijambi\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/insanmadani\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIn-2LzpqUHGgucK9osqnAQ\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/389a9c45ff6a7184c87221d7b2938ca1\",\"name\":\"admin im\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6c8771e59eff34b0284d11a209b5144ec6dd03ddcf404a64212d1aeddefda148?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6c8771e59eff34b0284d11a209b5144ec6dd03ddcf404a64212d1aeddefda148?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6c8771e59eff34b0284d11a209b5144ec6dd03ddcf404a64212d1aeddefda148?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin im\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/insanmadanijambi.org\\\/web\\\/author\\\/iimharyati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengelolaan Emosi Pada Anak Usia Dini - LAZ Insan Madani Jambi","description":"Oleh karena itu salah satu cara bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak mengelola emosinya antara lain dengan mengajak anak untuk mengungkapkan perasaannya. Berikan kata \u2013 kata emosi yang berbeda sesuasi dengan suasana hatinya seperti perasaan bahagia, takut, marah, kesal, gugup dsb. Selain itu, perilaku orang tua adalah hal yang paling mudah dicontoh oleh anak. Maka, jika ingin anak dapat mengelola emosi dengan baik, orang tua pun juga harus memberikan contoh pengelolaan emosi yang baik. Seperti ungkapkan perasaan dengan bijak dan tidak berteriak saat marah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengelolaan Emosi Pada Anak Usia Dini - LAZ Insan Madani Jambi","og_description":"Oleh karena itu salah satu cara bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak mengelola emosinya antara lain dengan mengajak anak untuk mengungkapkan perasaannya. Berikan kata \u2013 kata emosi yang berbeda sesuasi dengan suasana hatinya seperti perasaan bahagia, takut, marah, kesal, gugup dsb. Selain itu, perilaku orang tua adalah hal yang paling mudah dicontoh oleh anak. Maka, jika ingin anak dapat mengelola emosi dengan baik, orang tua pun juga harus memberikan contoh pengelolaan emosi yang baik. Seperti ungkapkan perasaan dengan bijak dan tidak berteriak saat marah.","og_url":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/","og_site_name":"LAZ Insan Madani Jambi","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/insanmadanijambi.org","article_published_time":"2024-05-08T05:11:30+00:00","article_modified_time":"2024-05-08T05:11:31+00:00","og_image":[{"width":719,"height":404,"url":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/PENGELOLAAN-EMOSI-PADA-ANAK-USIA-DINI.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin im","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@insanmadanijambi","twitter_site":"@insanmadanijambi","twitter_misc":{"Written by":"admin im","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/"},"author":{"name":"admin im","@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/#\/schema\/person\/389a9c45ff6a7184c87221d7b2938ca1"},"headline":"Pengelolaan Emosi Pada Anak Usia Dini","datePublished":"2024-05-08T05:11:30+00:00","dateModified":"2024-05-08T05:11:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/"},"wordCount":266,"publisher":{"@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/PENGELOLAAN-EMOSI-PADA-ANAK-USIA-DINI.jpeg","articleSection":["Kesehatan","Pendidikan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/","url":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/","name":"Pengelolaan Emosi Pada Anak Usia Dini - LAZ Insan Madani Jambi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/PENGELOLAAN-EMOSI-PADA-ANAK-USIA-DINI.jpeg","datePublished":"2024-05-08T05:11:30+00:00","dateModified":"2024-05-08T05:11:31+00:00","description":"Oleh karena itu salah satu cara bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak mengelola emosinya antara lain dengan mengajak anak untuk mengungkapkan perasaannya. Berikan kata \u2013 kata emosi yang berbeda sesuasi dengan suasana hatinya seperti perasaan bahagia, takut, marah, kesal, gugup dsb. Selain itu, perilaku orang tua adalah hal yang paling mudah dicontoh oleh anak. Maka, jika ingin anak dapat mengelola emosi dengan baik, orang tua pun juga harus memberikan contoh pengelolaan emosi yang baik. Seperti ungkapkan perasaan dengan bijak dan tidak berteriak saat marah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/#primaryimage","url":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/PENGELOLAAN-EMOSI-PADA-ANAK-USIA-DINI.jpeg","contentUrl":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/PENGELOLAAN-EMOSI-PADA-ANAK-USIA-DINI.jpeg","width":719,"height":404},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/pengelolaan-emosi-pada-anak-usia-dini\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengelolaan Emosi Pada Anak Usia Dini"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/#website","url":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/","name":"Lembaga Amil Zakat Insan Madani Jambi","description":"Ditangan Kami Donasi Anda Lebih Berarti","publisher":{"@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/#organization","name":"Insan Madani Jambi","url":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/logo-yim-2023.png","contentUrl":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/logo-yim-2023.png","width":7087,"height":4725,"caption":"Insan Madani Jambi"},"image":{"@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/insanmadanijambi.org","https:\/\/x.com\/insanmadanijambi","https:\/\/www.instagram.com\/insanmadani\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIn-2LzpqUHGgucK9osqnAQ"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/#\/schema\/person\/389a9c45ff6a7184c87221d7b2938ca1","name":"admin im","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6c8771e59eff34b0284d11a209b5144ec6dd03ddcf404a64212d1aeddefda148?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6c8771e59eff34b0284d11a209b5144ec6dd03ddcf404a64212d1aeddefda148?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6c8771e59eff34b0284d11a209b5144ec6dd03ddcf404a64212d1aeddefda148?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin im"},"url":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/author\/iimharyati\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7628"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7628\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7630,"href":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7628\/revisions\/7630"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7629"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/insanmadanijambi.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}