Dampak Pertegkaran Orang Tua Bagi Anak
Perselisihan, perdebatan dan pertengkaran, merupakan hal yang cukup normal dalam kehidupan berumah tangga. Akan tetapi, meskipun sedang bertengkar sebaiknya orangtua tetap perlu melakukan hal yang bijak seperti dengan tidak bertengkar di depan anak. Karena, selain memicu rasa trauma pada anak, pertengkaran orang tua juga menyebabkan munculnya masalah gangguan mental pada anak.
Gangguan mentalnya dapat berupa trauma, memiliki ingatan buruk, hingga gangguan kecemasan. Jika pertengkaran orang tua terjadi terus – menerus di depan anak, yang disertai dengan berteriak, berkata kasar, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akan memiliki efek samping untuk anak.
Efek samping tersebut, antara lain membuat anak merasa tidak nyaman. Karena seringnya terjadi pertengkaran antar orang tua, akan menimbulkan rasa takut pada anak. Hingga membuat anak merasa tidak aman dan nyaman berada di sekitar orang tua mereka. Ini dapat menyebabkan buruknya hubungan antara anak dan orang tua. Selain itu, konflik dalam rumah tangga juga membuat orang tua stress.
Kondisi inilah yang mempengaruhi kualitas hubungan antara orang tua dengan anak. Dampak lain dari pertangkaran orang tua ini yaitu dapat menurunkan rasa percaya diri pada anak. Karena dengan melihat pertengkaran rang tuanya, anak – anak akan merasa bersalah, malu, hingga tidak berdaya. Jika perasaan ini muncul secara terus – menerus, maka akan menyebabkan anak menjadi minder dengan lingkungannya.
