Fitrah Jiwa: Menjaga Hati Tetap Bening di Era Modern

menjaga hati

Kamu tahu nggak, segala sesuatu di alam semesta ini punya aturan yang nggak bakal berubah, yang disebut sunnatullah. Contohnya, kalau ada setitik tinta hitam jatuh ke air jernih, seluruh air itu bisa jadi keruh dalam sekejap. Sebaliknya, setetes air jernih nggak bisa langsung membuat air keruh jadi bening lagi. Inilah yang disebut fitrah air.

Nah, manusia juga diciptakan dari air, jadi kita punya ‘fitrah air’ di dalam diri kita. Jiwa kita awalnya bersih dan suci, persis seperti air yang bening. Nabi Muhammad SAW pernah bilang, “Setiap manusia lahir dalam keadaan suci.” Tapi, seperti air yang bisa cepat banget keruh karena sedikit noda, jiwa kita juga bisa terkontaminasi oleh dosa dan kesalahan.

Nabi juga pernah mengingatkan, kalau kita berbuat dosa, ada titik hitam yang muncul di hati kita. Kalau kita segera berhenti, minta ampun, dan bertaubat, hati kita bisa jadi bersih lagi. Tapi kalau terus-terusan berbuat dosa, titik hitam itu bakal nempel lebih banyak dan bisa ngebungkus hati kita.

Jadi, gimana caranya biar hati kita tetap bersih? Pertama, stop nambahin noda hitam alias dosa ke dalam hidup kita. Kedua, curahkan sebanyak mungkin ‘air jernih’, yang artinya perbanyak kebaikan dan amal sholeh. Jangan pernah remehkan dosa sekecil apapun, karena meski kecil, tetap bisa bikin hati kita keruh. Dan jangan juga merasa cukup dengan kebaikan yang cuma sedikit, karena hati nggak akan mudah bersih hanya dengan usaha yang setengah-setengah.

Kalau kita punya fitrah air, masyarakat kita juga punya. Budaya buruk di sekitar kita, sekecil apapun, bisa bikin jiwa masyarakat jadi keruh. Makanya, kita harus bareng-bareng stop segala bentuk budaya maksiat dan mulai membiasakan ketaatan serta kesalehan.

Yuk, kita mulai dari diri kita sendiri. Dengan hati yang bersih, kita bisa bantu menjernihkan jiwa masyarakat yang sekarang lagi krisis moral. Bismillah, kita semua pasti bisa!

Similar Posts