GERAK CEPAT KIRIMKAN BANTUAN UNTUK MALALAK SUMBAR

banjir malalak

MALALAK TIMUR, SUMATERA BARAT – Tangan-tangan kemanusiaan dari Jambi bergerak cepat. Pada Jumat, 6 Desember 2025, tim relawan Insan Madani Jambi memberangkatkan tiga unit mobil logistik dan satu ambulans menuju lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Misi utama mereka: menyalurkan bantuan vital dan mengobati luka pasca-bencana.

Tujuan spesifik tim ini adalah Toboh Malalak Timur, Kabupaten Agam, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah.

Perjalanan panjang dari Jambi membawa muatan lebih dari sekadar logistik. Di dalamnya terdapat lebih dari 600 kilogram sembako, karung-karung berisi pakaian layak pakai, serta paket khusus berupa jajanan anak dan camilan energi untuk para relawan di posko. Bantuan ini merupakan hasil donasi dan kepedulian masyarakat Jambi yang disalurkan melalui Insan Madani.

Tiba di Malalak pada Minggu pagi, 7 Desember 2025, rombongan disambut oleh tatapan haru dan senyum tulus warga. “Kebahagiaan terpancar di wajah mereka, walau rumah mereka mungkin sudah rata dengan tanah. Kedatangan kami disambut dengan sukacita, menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri,” ujar salah satu relawan Insan Madani.

Bantuan tersebut segera diserahkan ke Posko Malalak, bekerja sama dengan lembaga Relindo untuk memastikan pendistribusian tepat sasaran kepada sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh bencana yang oleh warga setempat dikenal sebagai ‘galodo’ ini.

Kondisi di Malalak Timur sungguh memilukan. Banjir bandang telah menyapu habis jembatan penghubung antar desa, melumpuhkan akses vital masyarakat. Puluhan rumah mengalami kerusakan berat, bahkan beberapa di antaranya benar-benar rata dengan tanah. Masjid sebagai pusat kegiatan warga juga tak luput dari sapuan air bah.

Beruntung, solidaritas kemanusiaan mengalir deras. Banyak lembaga lain juga hadir di Malalak Timur, memastikan kebutuhan dasar seperti sembako di masa tanggap darurat ini dapat terpenuhi dengan baik.

“Saat kami tiba, terlihat puing-puing rumah yang berserakan, dan lumpur yang hampir menimbun seluruh bangunan rumah. Bantuan sembako sudah cukup, namun yang paling mendesak kini adalah fase pemulihan, membangun kembali kehidupan dari nol.”

Insan Madani menekankan bahwa fase tanggap darurat telah bergeser ke fase pemulihan, dan di sinilah peran donatur sangat dibutuhkan. Banyak keluarga kini kehilangan tempat tinggal sepenuhnya.

Kebutuhan yang mendesak untuk fase pemulihan meliputi:

  1. Pembangunan Kembali Hunian: Membantu keluarga yang kehilangan rumah agar memiliki tempat bernaung yang layak atau memberikan fasilitas rumah kontrakan kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
  2. Fasilitas Ibadah: Pemulihan masjid, termasuk penyediaan fasilitas seperti sajadah, sistem suara (soundsystem), dan perlengkapan ibadah lainnya.
  3. Pendidikan Anak: Kebutuhan sekolah anak-anak yang hancur, seperti seragam, buku tulis, tas, dan alat tulis lainnya.

Insan Madani Jambi menegaskan komitmennya untuk terus membersamai proses pemulihan ini. Posko donasi di Jambi tetap dibuka lebar. Melalui gerakan “Peduli dan Berbagi untuk Sumatera”, Insan Madani mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari aksi kebaikan ini.

Ayo, kita bantu mereka membangun kembali atap di atas kepala dan senyum di wajah anak-anak Malalak!

Similar Posts