Harmonisasi Guru dan Wali Murid RA Insan Madani

Pendidikan pertama dan utama adalah pendidikan keluarga, pendidikan orang tua. Awal mula pendidikan dimulai dari keluarga sebelum masuk jalur pendidikan formal. Ketika anak  telah masuk jalur pedidikan formal tidak berarti tanggung jawab pendidikan sepenuhnya berpindah ke tangan guru/pendidik. Peranan orang tua juga sangat menentukan tingkat perkembangan anak dalam menempuh pendidikan.   Guru dan orang tua semestinya membangun hubungan yang baik, menjalin harmonisasi guru dan wali murid RA Insan Madani sehingga tercipta sinergi yang baik untuk bersama-sama membantu anak menjadi pelajar yang berhasil.

Kedudukan orang tua dan guru dihadapan anak adalah panutan atau  teladan.  Hubungan antara guru dan wali murid layaknya terjalin dengan baik yang bisa dilakukan dengan saling bersilaturahmi maupun saling berkomunikasi melalui media telepon.  Jika hubungan terjalin dengan baik maka guru dapat mendidik anak dengan mudah.

RA Insan Madani mempunyai program  silaturahmi guru ke rumah wali murid yang disebut “door to door”.  Pada program ini guru melakukan kunjungan ke rumah 2 orang  wali murid setiap bulan secara bergantian.  Melalui  silaturahmi ke rumah ini, guru dapat mendeteksi kondisi keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan anak yang menjadi tanggung jawab guru. Silaturahmi ini juga memotivasi orang tua untuk lebih terbuka dan dapat bekerja sama dalam upaya memajukan pendidikan anaknya.

Kamila Putri Khalisa adalah salah satu siswa RA Insan Madani yang telah dikunjungi gurunya pada pada program door to door.  Rumah Kamila berlokasi di Jl. Slamet Riayadi, Lrg. Skip 2 Rt.22 Kelurahan Solok Sipin, Kota Jambi. Ayah Kamila seorang sopir dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang membuka usaha Laundri pakaian di rumahnya. Meski bertempat tinggal jauh dari sekolah, kamila si bungsung dari 3 bersaudara ini tetap bersemangat sekolah.

Selain Kamila, guru RA Insan Madani juga berkunjung ke rumah Al Farezi Ramadhan yang berlokasi di Lrg. Kemang II Rt.05 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung Kota Jambi.  Ayah Al Farezi mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan cedera pada kakinya.  Untuk membantu biaya hidup, ibu Al Farezi pun bekerja sebagai buruh pengupas kulit bawang.  Keadaan ekonomi yang sulit tidak menghilangkan semangat Al Farezi untuk terus bersekolah di RA Insan Madani. Adanya pelaksanaan kunjungan guru ke rumah wali murid “door to door”, memberikan dampak positif karena dengan kegiatan ini dapat melahirkan perasaan pada siswa bahwa guru-guru selalu memperhatikan dan mengawasinya.

Similar Posts