Hasad (Iri Hati): Racun dalam Kehidupan Kita
Pernah dengar ungkapan bahwa “Iri tanda tak mampu”? Ternyata, Rasulullah SAW juga punya nasihat yang kuat soal ini. Beliau bersabda: “Kedengkian memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar” (HR. Ibnu Majah dari Anas). Artinya, hasad atau iri hati bukan hanya merusak orang lain, tapi juga diri kita sendiri.
Jadi, apa sih hasad itu? Sederhananya, hasad muncul ketika kita nggak suka melihat orang lain punya sesuatu yang lebih, dan kita berharap hal itu lenyap dari mereka. Misalnya, lihat teman yang sukses, alih-alih termotivasi, kita malah iri dan berharap kesuksesan itu hilang.
Coba bayangkan kalau sifat iri ini menyebar luas. Tiap orang sibuk saling menjatuhkan karena nggak mau melihat orang lain lebih bahagia atau sukses. Dunia pasti kacau, penuh tipu daya, dan nggak ada yang bisa benar-benar menikmati hidup dengan damai.
Rasulullah SAW pernah cerita tentang seorang pria yang dianggap sebagai calon penghuni surga oleh para sahabatnya. Sampai-sampai Abdullah bin Amr bin Al-Ash penasaran dan memutuskan untuk bermalam di rumah pria ini selama tiga hari. Hasilnya? Dia nggak menemukan amalan yang luar biasa dari pria ini. Bahkan, pria tersebut nggak bangun tengah malam untuk shalat tahajud. Dia hanya bangun untuk shalat subuh dan selalu berkata hal-hal baik.
Akhirnya, Abdullah bertanya, “Apa sih yang bikin kamu istimewa?” Pria itu menjawab, “Aku nggak pernah menyimpan benci atau iri kepada siapa pun atas nikmat yang Allah berikan.” Abdullah pun sadar, inilah rahasia kedamaian hidup pria tersebut—hatinya bersih dari iri.
Mungkin kelihatannya simpel ya, tapi sebenarnya menjaga hati dari iri hati itu berat. Padahal, kalau kita bisa menahan diri dari hasad, Allah janjikan surga untuk kita.
Yuk, renungkan! Pembunuhan pertama dalam sejarah, yang dilakukan oleh Qabil kepada Habil, terjadi karena apa? Yup, iri hati. Jadi, sebelum kita tergoda untuk merasa iri pada teman, tetangga, atau bahkan saudara, tanya diri kita: “Worth it nggak sih?”
Semoga kita bisa menjaga hati kita tetap bersih dari hasad, dan selalu bahagia atas kebaikan yang dimiliki orang lain. Wallahu a’lam.
