Pembelajaran Iqro RA Insan Madani
Dalam pandangan agama Islam, anak merupakan amanah yang harus dijaga, dirawat dan dipelihara dengan sebaik-baiknya oleh setiap orang tua. Sejak lahir anak telah diberikan potensi yang dapat dikembangkan sebagai penunjang kehidupannya dimasa depan. Bila potensi ini tidak diperhatikan, nantinya anak akan mengalami hambatan-hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
Mengajarkan amalan atau cara beribadah dalam agama Islam perlu dilakukan sejak usia anak-anak. Hal ini karena saat kecil, anak diibaratkan sebagai sebuah spons yang mampu menyerap seluruh pembelajaran dengan baik. Pada masa ini anak harus mulai diperkenalkan pada pendidikan Al Qur’an dengan tahap dasar yaitu dengan pengenalan huruf hijaiyah.
Pengajaran di RA Insan Madani salah satunya adalah membaca buku iqro yang merupakan bagian dari belajar agama dini. Pembelajaran iqro merupakan pembelajaran awal sebelum membaca Al Qur’an. Sebelum belajar iqro akan diawali dengan pengajaran huruf huruf hijaiyah terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran iqro 1 dalam bentuk pengajaran huruf hijaiyah yang bersyakal. Selanjutnya pada iqro jilid berikutnya dalam bentuk pembelajaran kata dan kalimat-kalimat pendek dan panjang hingga akhirnya anak akan mampu membaca Al Qur’an dengan baik dan benar.
Pembelajaran iqro di RA Insan Madani dilakukan di pagi hari sebelum memulai kegiatan formal karena waktu pagi sangat efektif dalam pembelajaran dan waktu semangat anak-anak dalam beraktifitas. Pembelajaran iqro ini tidak membutuhkan alat yang bermacam-macam, karena ditekankan pada bacaannya (membaca huruf Al Quran dengan fasih). Bacaan langsung tanpa dieja dan lebih bersifat individual. Dengan adanya pembelajaran iqro ini diharapkan anak-anak akan tumbuh menjadi generasi Qur’ani yaitu generasi yang mencintai Al Qur’an, komitmen dengan Al Qur’an dan menjadikannya sebagai bacaan dan pandangan hidup sehari-hari.
