Senyum yang Kembali Mekar di Tengah Lumpur Malalak
Sisa-sisa lumpur dan puing kayu masih berserakan di sudut-sudut jalan Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Namun, pada Selasa, 9 Desember lalu, suasana muram itu sejenak berganti dengan riuh rendah suara tawa. Puluhan anak-anak yang sebelumnya didera kecemasan akibat bencana, tampak berkumpul dengan mata berbinar.
Hari itu, relawan Insan Madani Jambi datang membawa lebih dari sekadar bantuan sembako; mereka membawa kebahagiaan kecil dalam bentuk paket jajanan.
Keceriaan di Balik Paket Jajanan
Sebanyak 80 paket jajanan anak-anak dibagikan pagi itu. Bagi orang dewasa, mungkin itu hanya sekantong makanan ringan. Namun bagi anak-anak di Malalak yang telah berhari-hari menghadapi trauma banjir dan longsor, paket itu adalah simbol bahwa dunia masih baik-baik saja.
“Terima kasih, Pak! Terima kasih, Kak!” seru mereka bersahutan. Bibir mungil mereka tak berhenti mengucap syukur sembari memeluk erat paket jajanan masing-masing. Semangat dan keceriaan terpancar jelas, seolah beban bencana yang melanda rumah mereka terangkat sejenak oleh rasa manis dan renyah camilan di tangan.
Duka di Balik Keindahan Malalak
Di balik tawa anak-anak tersebut, kenyataan pahit tetap tak bisa disembunyikan. Wilayah Malalak merupakan salah satu titik terparah akibat cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat.
Berdasarkan data lapangan yang dihimpun, dampak bencana di wilayah Kabupaten Agam (khususnya Malalak dan sekitarnya) mencakup:
- Korban Jiwa: Beberapa warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor dan terseret arus banjir bandang dalam rangkaian bencana di wilayah ini bahkan ada yang masih belum ditemukan.
- Kerusakan Infrastruktur: Akses jalan utama Malalak – Sicincin sempat terputus total akibat longsor dan jembatan penghubung antar desa di malalak putus hilang terbawa banjir.
- Kerugian Material: Puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat bahkan rata dengan tanah, hektaran lahan pertanian tertutup lumpur, serta sejumlah fasilitas umum seperti irigasi dan tempat ibadah terdampak serius.
Kehadiran Insan Madani Jambi dengan bantuan sembako untuk keluarga dan paket keceriaan untuk anak-anak menjadi oase di tengah masa pemulihan. Bantuan ini membuktikan bahwa persaudaraan lintas provinsi—dari Jambi untuk Sumatera Barat—sangat berarti dalam mempercepat pemulihan psikologis para penyintas, terutama generasi masa depan mereka.
