BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Pelayanan > Gaya Kepemimpinan yang Baik

Gaya Kepemimpinan yang Baik

gaya kepemimpinan

Gaya kepemimpinan setiap orang berbeda-beda, tergantung dari kepribadian mereka. Makanya, dalam bekerja kita bisa saja menemukan pemimpin yang tidak cocok dengan kita.

Namun, ada juga orang yang memiliki gaya kepemimpinan yang baik, sehingga para anggotanya merasa termotivasi dengan kehadirannya.

Dalam sebuah tim maupun perusahaan dalam skala besar. Dibutuhkan orang yang dapat memimpinnya. Pemimpin harus bisa memikirkan berbagai cara kreatif dan efektif untuk menghasilkan tim yang kompak untuk memajukan perusahaannya. pemimpin dalam setiap perusahaan pun memiliki gaya ke pemimpinan yang berbeda beda.

1. Kepemimpinan Otoritatif

Gaya ini juga disebut command and control leadership, mengibaratkan seorang pemimpin hanya bertugas untuk memerintah. Tentunya, ini adalah tipe pemimpin otoritatif yang tradisional dan sudah mulai ditinggalkan.

Sesungguhnya, gaya ke pemimpinan ini dalam perusahaan tidaklah seburuk yang dibayangkan. Para pemimpin dengan gaya kepemimpinan otoritatif biasanya dipercayakan untuk membuat keputusan dalam setiap proses yang terjadi. Mereka juga dipercaya untuk mendelegasikan pekerjaan kepada anggota timnya.

2. Kepemimpinan Coaching

Dalam perusahaan, pemimpin dengan gaya ini cenderung menyemangati dan mendukung setiap anggota timnya.

Gaya ini bisa membuat para anggota menyadari potensi terbesar yang ada dalam diri mereka, sehingga mereka mampu mengembangkannya. Ibarat dalam pertandingan, skor yang dihasilkan bergantung pada performa tim, bukan anggotanya secara individual. Pemimpin yang bergaya coaching akan mencari cara untuk meningkatkan performa timnya.

3. Kepemimpinan Kolaboratif

Kepemimpinan kolaboratif merupakan kebalikan dari kepemimpinan otoritatif. Tipe pemimpin ini percaya bahwa solusi dan pemecahan masalah datang dari para anggota timnya. Biasanya, pemimpin kolaboratif sangat bergantung pada teknik brainstorming, sehingga mereka membutuhkan ide-ide baru dan inovasi dari anggota tim.

Keuntungan menerapkan gaya ini adalah adanya potensi inovasi yang luar biasa. Penyebabnya adalah tingginya keterlibatan dan motivasi anggota karena pendapat mereka lebih dihargai.

4. Kepemimpinan yang Terlibat (Engaged)

Gaya kepemimpinan yang terlibat (engaged leadership) melibatkan hubungan antara setiap anggotanya. Pemimpin tipe ini berusaha mengerti apa yang menjadi kebutuhan setiap anggota tim untuk mengembangkan performanya dalam tim.

Engaged leader akan berusaha memberikan pengakuan dan membuat anggota tim mereka merasa bahwa mereka berharga dan dibutuhkan dalam tim. Pemimpinnya lebih sering bertanya dan mendengar curhatan dari mereka, bahkan membahas hal di luar ranah pekerjaan sekalipun.

5. Kepemimpinan Observant

Gaya kepemimpinan observant (observant leadership) biasanya dimiliki oleh seorang pemimpin dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Pemimpin observant biasanya berpikir dan mampu melihat potensi melampaui batas untuk mengetahui pola dalam suatu perusahaan.

Dalam pekerjaan, pemimpin observant mampu mengetahui potensi asli anggotanya, meskipun skill mereka belum sepenuhnya terbentuk atau terasah.

Mereka juga memahami bagaimana perasaan seseorang hanya dengan melihat bahasa tubuhnya, tidak hanya mendengarkan perkataan. Tipe pemimpin ini bisa menghasilkan hubungan yang bagus dengan anggotanya hanya bermodalkan pengertian.

Baca Kembali : Pelatihan SDM