BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Kesehatan > Infused Water untuk Berbuka Puasa, Kembalikan Cairan Tubuh

Infused Water untuk Berbuka Puasa, Kembalikan Cairan Tubuh

infused water

Biasanya saat berbuka orang mengonsumsi berbagai jenis minuman yang menyegarkan seperti es buah atau es teler. Namun, sayangnya minuman ini mengandung gula berlebih yang justru tak baik untuk kesehatan. Untuk mensiasati konsumsi gula berlebih, kamu bisa mencoba minuman lain yang lebih sehat seperti infused water.

Selama seharian berpuasa, tubuh akan kekurangan banyak cairan. Kekurangan cairan bisa membuat tubuh lemas tak bertenaga. Berbuka merupakan saat tepat untuk mengembalikan cairan tubuh.

Popularitas infused water makin terkenal karena dianggap sebagai cara meminum air putih yang tidak membosankan. Infused water adalah air yang telah diresapi dengan rasa buah-buahan segar, sayuran atau rempah-rempah.

Karena dibuat dengan menanamkan rasa, ketimbang membuat jus atau campuran, infused water mengandung sangat sedikit kalori.

Ini sebabnya, infused water cocok dijadikan minuman berbuka yang segar sekaligus menyehatkan. Ada beragam jenis infused water yang bisa kamu buat. Berikut 10 infused water yang bisa dibuat untuk berbuka puasa

Lemon

Lemon kaya akan vitamin C yang baik untuk kekebalan tubuh. Infused water melon bisa meningkatkan metabolisme tubuh yang bisa mengatasi dehidrasi, masalah pencernaan, dan kelebihan berat badan.

Terkadang infused water lemon meninggalkan rasa pahit dari kulitnya. Untuk mensiasti ini pastikan untuk merendam lemon tidak lebih dari 4 jam untuk menghindari rasa pahit dari kulitnya yang ditransfer ke dalam air.

Mangga dan jahe

Kombinasi buah lainnya untuk infused water adalah mangga dan jahe. Mangga dan jahe bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Mangga rendah kalori namun kaya nutrisi – terutama vitamin C. Ini dapat menjaga kekebalan dan efektivitas penyerapan zat besi untuk mencegah anemia.

Stroberi dan kiwi

Stroberi dan kiwi merupakan buah yang kaya akan vitamin C. Kiwi adalah sumber vitamin C, antioksidan, dan serat yang baik. Stroberi juga kaya akan air yang membantu menghidrasi tubuh. Rasa masam dan manis pada kedua buah ini bisa memberi rasa pada air agar lebih nikmat diminum saat berbuka puasa.

Timun

Timun dikenal dengan kandungan airnya yang tinggi. Buah ini juga biasa hadir dalam makanan dan minuman buka puasa. Timun rendah kalori tetapi tinggi air dan beberapa vitamin dan mineral penting.

Semangka dan seledri

Semangka adalah buah rendah kalori yang mengandung banyak nutrisi, terutama karotenoid, vitamin C dan cucurbitacin E. Sementara itu, seledri memberi rasa khas tersendiri bagi infused water. Seledri terutama terdiri dari air, tetapi juga menyediakan serat makanan yang sehat.

Kurma

Kurma adalah sumber fruktosa yang merupakan jenis gula alami yang ditemukan dalam buah. Buah ini juga bisa dijadikan pengganti sehat gula putih dalam resep karena rasanya yang manis dan lebih bernutrisi.

Rempah

Tak cuma nikmat, infused water rempah ini sangat bermanfaat untuk menguatkan kekebalan tubuh. Infused water rempah ini bisa melancarkan pencernaan, menekan nafsu makan, dan pastinya mencegah dehidrasi.

Daun mint

Daun mint bisa membantu meringankan gejala kelelahan dan meningkatkan tingkat energi. Tak cuma itu, infused water daun mint juga membantu menghilangkan bau mulut selama berpuasa. Daun mint telah terbukti menutupi bau napas selama beberapa jam. Mengunyah daun mint juga dapat membantu membunuh bakteri di mulut penyebab bau.

Apel dan kayu manis

Apel kaya akan serat, vitamin, dan mineral, yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan. Apel juga menyediakan berbagai antioksidan yang dapat mencegah berbagai penyakit. Jenis serat dalam apel juga memberi makan bakteri baik dalam usus.

Melon dan mint

Selain semangka, buah kaya air lainnya adalah melon. Buah ini juga sering hadir dalam campuran es buah atau suguhan saat berbuka. Kombinasi air dan nutrisi ini membuat melon cocok sebagai pilihan untuk memenuhi cairan tubuh yang hilang setelah puasa seharian.

Lihat juga : Apakah puasa batal jika melakukan ghibah?