BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Mana Bekal Anda ?

Mana Bekal Anda ?

mana bekal anda

Kita hidup di dunia, tidak lama dan dibutuhkan bekal untuk kembali ke akhirat kelak.

Dunia sering diibaratkan sebuah perahu yang sedang mengarungi samudera kehidupan. Layar dan kompasnya adalah ilmu. Kemudinya adalah keyakinan. Dayungnya adalah ikhtiar. Dan pelabuhannya adalah akhirat.

💠 Rosululloh SAW. telah bersabda:

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang bisa melampui umur tersebut.”

Dan ternyata dalam waktu yang sebentar itu, kita memerlukan bekal yang banyak untuk mengarunginya.. BAHKAN kadang kita harus BANTING TULANG demi mencari bekal untuk kehidupan ini.

Jika untuk waktu +-70 tahun saja kita harus BANTING TULANG untuk mencari bekalnya, lalu sudahkah kita banting tulang untuk kehidupan alam barzakh yang mngkin bisa sampai RIBUAN TAHUN ?!

Setelah alam barzakh juga kita harus dibangkitkan dan hidup dalam waktu yang sangat lama, SATU HARINYA = 50 RIBU TAHUN. Ingat, ketika itu tak ada yang berguna kecuali amal baik kita. Tak ada pakaian, tak ada sandal, matahari hanya berjarak 1 mil dan tak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Sungguh, kehidupan setelah kehidupan dunia ini jauh lebih lama, dan jauh lebih berat… tentu itu memerlukan usaha mengumpulkan BEKAL yang jauh lebih banyak dan jauh lebih intens.

Oleh karena itu, lihatlah diri Anda, sudahkah dia mempersiapkannya…?!

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan LIHATLAH DIRI MASING-MASING apakah yang sudah dia PERSIAPKAN untuk KEHIDUPAN ESOK“. [Al-Hasyr:18]

Terungkaplah bahwa terdapat lima bekal hidup yang harus dimiliki manusia untuk menghadapi dua alam sisanya ini, yakni Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Ibadah sebagai tugas hidup, Rasulullah SAW sebagai teladan hidup, Setan sebagai musuh hidup, dan Mardhatillah sebagai tujuan hidup.

Al Qur’an Pedoman Hidup

Al Qur’an adalah bekal utama yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Dengannya, manusia  akan selamat dunia dan akhirat. Dan dengan kitab suci ini, seorang yang beriman akan terarah dalam melangkah.

Hal ini dikarenakan dalam setiap aktivitasnya akan selalu tunduk dan patuh pada aturan Allah. Selain itu, Al Qur’an merupakan pedoman yang tidak ada keraguan di dalamya.

Ibadah Tugas Hidup

Seorang muslim akan selalu tenang dalam menjalani fungsinya sebagai khalifah di muka Bumi. Hal ini dikarenakan dia mengetahui kedudukannya sebagai hamba Allah yang memiliki tugas, yakni ibadah.

Inilah yang selalu diyakini sepenuh hati oleh seorang mukmin berdasarkan firman Allah: Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku (QS.51:56).

Rasulullah, Teladan Hidup

Rasulullah Muhammad SAW dihadirkan Allah sebagai Role Model  paling ideal di alam semesta. Kepribadian mulianya tidak lekang oleh masa, tidak surut oleh waktu.  Selalu berlaku di sepanjang zaman. 

Sabdanya bukan hanya untuk umat di masa kenabian, tetapi untuk manusia di akhir zaman. Hal ini ditegaskan Allah dalah firman-Nya: Sungguh telah ada pada diri Rasulullah, suri teladan yang baik. (QS.33:21)

Setan, Musuh Hidup

Seperti diketahui, manusia terlahir suci. Lingkunganlah yang menyebabkan dia mulia atau hina.

Nah, kemuliaan itulah fitrah manusia yang dianugerahkan Allah sebagai buah dari kepatuhan menuruti perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Sedangkan kehinaan merupakan buah dari mengikuti bujuk rayu setan.

Rida Allah, Tujuan Hidup

Dunia sering diibaratkan sebuah perahu yang sedang mengarungi samudera kehidupan. Layar dan kompasnya adalah ilmu. Kemudinya adalah keyakinan. Dayungnya adalah ikhtiar. Dan pelabuhannya adalah akhirat.

Namun, diperlukan tujuan utama dalam hidup ini agar dalam mengarungi ‘samudera’ tersebut dapat selamat dunia dan akhirat. Dia adalah Rida Allah. Sebuah harapan yang harus diwujudkan dalam setiap aktivitas hidup orang beriman.

Baca jug : Dahsyatnya Zakat