BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Menggarami Lautan

Menggarami Lautan

menggarami lautan

Orang-orang  kaya yang senang berbagi rezeki kepada sesama orang-orang kaya, dan sangat jarang berbagi rezeki kepada yang fakir dan miskin,  disebut  senang menggarami lautan.

Bisa jadi ia sedang memancing mangsa yang bernama pujian, sanjungan,dan ketidaktulusan, ia sedang mempraktekkan idiom ‘jeruk makan jeruk.

Seorang sarjana  bahasa Inggris yang dengan pongahnya  menjelaskan  bahasa Inggris kepada seorang profesor bahasa Inggris yang baru ia kenal, berarti ia sedang  menggarami lautan.

Orang kaya yang mengajarkan kesabaran dan ketabahan kepada orang-orang miskin, ia juga sedang  menggarami lautan.

Jangan pernah menaburkan garam di laut yang airnya  asin, sebab dengan begitu kita sedang menggarami lautan.

Menggarami lautan adalah ungkapan untuk orang-orang yang melakukan kesia-siaan, kebodohan, bahkan kedunguan.

Dalam dunia pergaulan, orang-orang yang sok kaya  dan sok pintar sering kali kena batunya, apabila bertemu dengan orang-orang yang bena-benar kaya dan pintar, itu artinya ia sedang melakukan kebodoohan, kedunguan,dan menggarami lautan.

Sifat ‘merasa bisa’ yang dimiliki oleh sebagian orang, ketika ia bertemu dan berkomunikasi dengan orang-orang yang baru ia kenal dan benar-benar bisa sebenarnya ia sedang membuat lubang penangkap mangsa, dan ia sendiri adalah mangsanya, dan saatnya senjata makan tuan menemukan buruannya.

Hindari menggarami laut-an, lakukan yang baik bahkan yang  terbaik untuk diri sendiri dan orang lain, dengan begitu kita sedang menghargai diri sendiri dan orang lain,

‘ jangan ada dusta diantara kita’ untuk hidup yang lebih mulia.

Wallahu’alam.