BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Ringkasan Amalan di Hari Jum’at

Ringkasan Amalan di Hari Jum’at

amalan jumat

Berikut ringkasan amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari jum’at:

1. Mandi jum’at (seperti mandi janabat), sebagaimana pendapat kebanyakan para ulama (bahkan sebagian ulama berpendapat mandi jum’at adalah wajib bagi yang hendak menghadiri shalat jum’at).

2. Bersiwak. Ini juga merupakan salah satu amalan yang dianjurkan.

3. Memakai pakaian yang terbaik dan terindah, berdasarkan kesepakatan para Ulama

4. Mengenakan parfum .

5. Anjuran untuk membaca surat khusus ketika shalat subuh di hari Jum’at. Surat As-Sajdah di rakaat pertama dan surat Al-Insan di rekaat kedua.

6. Menyegerakan pergi ke masjid untuk menghadiri shalat jum’at, kalau bisa datang sedini mungkin, semakin cepat semakin baik.

7. Menuju masjid dengan berjalan kaki, bukan dengan menaiki kendaraan, berdasarkan kesepakatan Ulama (sebagaimana dikatakan oleh Imam An-Nawawi).

8. Berjalan menuju masjid dengan penuh ketenangan.

9. Shalat jum’at di masjid yang terdekat dengan tempat tinggal anda.

10. Sholat tahiyyatul masjid (meski khatib sedang khutbah).

11. Mendekat kepada khatib, tidak memisahkan antara dua orang dan tidak melangkahi pundak-pundak manusia.

12. Melakukan shalat tathawwu’ (shalat sunnah mutlak) hingga khatib naik ke mimbar.

13. Diam, mendengar khutbah dan tidak berbuat yang sia-sia seperti memainkan kerikil, jari-jari, HP, jenggot dan lain-lain Karena pahala shalat jum’at anda sia-sia.

14. Mengarahkan wajah kearah khatib ketika ia berkhutbah, berdasarkan Ijma’ para Ulama.

15. Apabila khatib bershalawat atas Nabi sallalahu alaihi wasallam, maka hendaklah orang yang mendengarkan juga membaca shalawat tanpa mengangkat suara.

16. Ketika khutbah sedang berlangsung, maka tidak dibolehkan menjawab orang yang bersin, demikian pula membalas salam, menurut pendapat yang lebih kuat dikalangan ulama. .

17. Barangsiapa yang kehilangan 1 raka’at dari sholat jum’at, hendaklah melengkapi kekurangan 1 raka’at, dan dia dianggap mendapatkan sholat jum’at, sebagaimana diterangkan didalam hadits yang shohih.

18. Melaksanakan Sholat Jum’at (wajib bagi laki-laki).

19. Boleh menegakkan sholat jum’at, meskipun jumlah orang yang menghadirinya kurang dari 40 orang, berdasarkan keumuman firman Allah Ta’ala dalam Surah Al-Jum’ah ayat 9.

20. Shalat sunnah rawatib setelah shalat jum’at 2 rakaat atau 4 rekaat (dengan dua kali salam).

21. Membaca surat Al-Kahfi di malam dan hari Jum’at hingga selesai.

22. Memperbanyak shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di malam dan hari Jum’at

23. Memperbanyak doa, karena pada hari jum’at terdapat satu waktu yang mustajab, terutama saat khatib naik mimbar sampai sholat dan setelah sholat Ashar sampai maghrib.

24. Mengurangi aktifitas termasuk kajian atau ceramah agar bisa menghadiri shalat jum’at dengan khidmat.

25. Memberikan wewangian pada masjid dengan bukhur atau sejenisnya, sebagaimana pendapat Jumhur Ulama.

26. Bersedekah pada hari ini memiliki keistimewaan dibandingkan hari-hari lainnya

27. Memotong Kuku.