Adab-Adab Dalam Menasehati
Islam memerintahkan umatnya untuk bertawashau atau saling nasihat-menasihati. Saling menasihati ini pun memiliki batas tegas, yakni menasihati dalam rangka kebenaran dan kebaikan. Mengapa kita dianjurkan untuk saling menasehati antar sesama
Niat baik untuk menasehati orang lain bisa saja diterima kurang baik oleh orang lain jika cara menyampaikan nasihat kurang tepat.
Oleh karena itu, menasihati orang lain harus ada seninya dan harus dapat disesuaikan kepada siapa nasihat tersebut ditujukan.
Dalil Saling Menasihati dalam Islam Saling menasihati merupakan sebuah perintah dalam Islam yang telah Allah tegaskan melalui QS. An-Nahl ayat 125: اُدۡعُ اِلٰى سَبِيۡلِ رَبِّكَ بِالۡحِكۡمَةِ وَالۡمَوۡعِظَةِ الۡحَسَنَةِ وَجَادِلۡهُمۡ بِالَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُؕ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعۡلَمُ بِمَنۡ ضَلَّ عَنۡ سَبِيۡلِهٖ وَهُوَ اَعۡلَمُ بِالۡمُهۡتَدِيۡنَ
Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
Adab Saling Menasihati dalam Islam Saling menasihati termasuk dalam perkara hablu minannass sehingga persoalan ini berkaitan erat dengan hubungan sosial. Seseorang harus terlebih dahulu mengerti cara dan adab dalam menasihati sebelum mulai menasihati orang lain.
adab-adab memberi nasihat.
1. Sampaikan Nasihat secara Personal Menyampaikan nasihat harus menggunakan pertimbangan
2. Hindari To the Point Akan lebik jika dalam menasihati, sampaikan intro terlebih dahulu.
3. Tetap Rendah Hati dan Bersyukur Tetap rendah hati dan bersyukur pada Allah apabila nasihat diterima dengan baik
4. Tabayyun Sebelum Menasihati
5. Jangan Melakukan Tahrisy (NA)
