BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Apa Hubungan Qurban Dengan Haji

Apa Hubungan Qurban Dengan Haji

Apa Hubungan Qurban Dengan Haji

Hari raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan qurban seperti sapi, kambing, kerbau atau unta. Hari raya Idul Adha juga sering disebut banyak orang dengan sebutan hari raya qurban dan lebaran haji.

Pada hakekatnya, Ibadah Haji dan Idul Adha tidak dapat dipisahkan. Meskipun demikian, seseorang yang merayakan idul adha tidak harus berangkat haji. Namun hubungan di antara keduanya sangat erat.

Lalu apa hubungannya hari raya qurban dengan haji?

Dilihat dari waktu pelaksanaannya, keduanya dilakukan di bulan Dzulhijjah tepatnya pada tanggal 10 Dzulhijjah. Pada hari itu umat islam disunnahkan untuk melakukan shalat idul adha dan menyembelih hewan qurban. Dan pada hari yang sama, jutaan jamaah haji bergerak dari Muzdalifah menuju mina untuk melontarkan jumrah sebagai bagian utuh dari ritual ibadah haji.

Saat Idul Adha, Allah memerintahkan kepada umat islam untuk melakukan ibadah qurban bagi yang mampu melaksanakannya. Seperti kisah Nabi Ibrahim dimana saat nabi Ibrahim dikaruniai seorang anak bernama Ismail,ketika menginjak usia remaja, Nabi Ibrahim mendapat wahyu dari Allah SWT yang berisi perintah menyembelih putranya sendiri, nabi Ismail.

Nabi Ibrahim adalah orang yang patuh, dia menanti perintah Allah SWT meski harus mengorbankan anaknya sendiri. Nabi Ibrahim pun menyampaikan wahyu tersebut kepada anaknya, sehingga nabi Ismail bersedia untuk disembeli seperti yang tertulis dalam Al-Qur’an ash shafaat ayat 102.

Melihat ketaqwaan Nabi Ibrahim dan putranya, Allah SWT kemudian mengganti Nabi Ismail dengan domba. Selain hari raya qurban, Idul Adha juga disebut sebagai lebaran haji. Karena sejak 9 Dzulhijjah umat islam yang menunaikan ibadah haji sedang melaksanakan ritual haji yang paling utama yaitu wukuf di padang arafah.

Wukuf adalah ritual haji yang mengajarkan umat islam untuk meninggalkan aktivitasnya sejenak agar dapat merenungkan diri, seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim setelah menerima perintah dari Allah SWT untuk mengorbankan anaknya, Nabi Ismail.

Bagi umat islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk melakukan ibadah puasa Arafah pada tanggal yang sama.

Maka kedua perintah Ibadah Haji dan Qurban merupakan kegiatan memuja Allah SAW untuk mencapai ridho dan keberkahan dari Nya.

Baca Juga : Syarat Berqurban Bagi Orang Muslim Menurut Syariat Islam