BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Hukum Silaturahmi | Insan Madani

Hukum Silaturahmi | Insan Madani

silaturahmi

Silaturahmi adalah salah satu amalan umat Muslim untuk menyambung tali persaudaraan. Silaturahmi dapat kita lakukan kapan saja, namun amalan ini menjadi salah satu agenda rutin di Insan Madani.

Silaturrahmi dalam Islam bukan hanya sebuah tradisi melainkan sunnah sesuai ajaran nabi. Biasanya berkumpul dan bersama keluarga adalah pemandangan yang sering terlihat saat bersilaturahmi.

Dengan bersilaturahmi akan mendapatkan keutamaan untuk melapangkan atau meluaskan rezeki. Silaturahmi juga dapat menjaga kerukunan dan keharmonisan antar sesama, yang sebelumnya kita memiliki salah dan belum sempat meminta maaf, maka dengan bersilaturahmi kita bisa meluruskan keadaan.

Hukum silaturrahmi menurut Islam adalah wajib karena merupakan salah satu cara untuk memperlancar rezeki dan menjaga hubungan baik dengan keluarga dan saudara lainnya. Rasulullah memerintahkan agar umat Islam menjaga dan menyambung kekerabatan khususnya bagi sesama muslim.

Keburukan akibat memutuskan hubungan tali silaturrahmi ialah hukumannya tidak disimpan di akhirat melainkan langsung diturunkan ke dunia.

Hukumannya bisa bermacam-macam bentuknya, salah satunya ialah tidak terkabulnya sebuah doa dan sulit mendapatkan rezeki.

Hukum memutus tali silaturrahmi adalah haram. Artinya: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka bersilaturrahimlah” (HR. Bukhari Muslim).

Maka keutamaan menjaga silaturahmi dalam Islam adalah dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.”Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi.” (HR. Bukhari – Muslim). Menjaga dan memperkuat silaturahmi sangat penting dilakukan oleh setiap muslim.

Ketahui prinsip bekerja dengan 3AS