BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan

puasa

Puasa Ramadhan Mengutip Encyclopaedia Britannica, Ramadan atau Ramadhan adalah bulan ke-9 dalam kalender Islam yang merupakan bulan suci puasaa dengan lama periode 29-30 hari. Ramadhan adalah periode penebusan yang dikenal dengan istilah Arab shaum yang artinya menahan diri.

Kebanyakan orang memahami shaum sebagai kewajiban untuk berpuasa selama bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan dilakukan umat Islam selama bulan Ramadhan dengan tidak makan dan minum selama siang hari.

Puasa adalah salah satu rukun Islam (lima prinsip dasar agama Islam). Bila ditafsirkan secara luas, shaum adalah kewajiban menahan diri antara fajar hingga senja dari makanan, minuman, dan semua bentuk perilaku dan pemikiran yang tidak murni atau hawa nafsu. Dengan demikian, niat jahat, kata-kata kasar dan perbuatan buruk sama-sama bisa membatalkan pahala shaum sebagaimana makan dan minum.

Apa saja rukunnya yang diketahui ada dua tersebut?

1. Niat

Dikutip dari buku Fiqih oleh Udin Wahyudin, dkk, niat adalah menyengaja suatu perbuatan untuk menaati perintah Allah dalam mengharapkan keridhoanNya dan sebagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepadaNya.

Anjuran ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang dinukil dari Hafsah RA, Rasulullah bersabda,


مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya,” (HR.Tirmidzi).

2. Menahan Diri (Imsak)

Rukun yang kedua inilah yang disebut dengan imsak. Imsak dimaknai sebagai menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual suami istri, dan semua hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga matahari terbenam.

Perihal menahan diri tersebut telah diterangkan dalam firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 187,

فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Artinya: “Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam…”

Rukun Islam yang ketiga adalah menjalankan ibadah puaasa wajib pada bulan Ramadhan. Puasa artinya adalah menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, dan segala hal yang membatalkannya yang dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Sedangkan syarat wajib shaum ada empat yang perlu diketahui, yakni: Beragama Islam, berakal. Orang yang terganggu akalnya, atau gila tidak wajib berpuasa, balig atau dewasa, mampu Berpuasa.

Adapun syarat sah puasa Ramadhan ada empat, yakni Beragama Islam, orang-orang non muslim tidak sah bila melakukan ibadah puasa, mumayyiz, yaitu seorang anak baik laki-laki ataupun perempuan yang telah memiliki kemampuan membedakan kebaikan dan keburukan, suci dari haid dan nifas, bagi perempuan yang sedang haid atau nifas (keluar darah sehabis melahirkan) tidak boleh berpuasa, dikerjakan pada waktu yang diperkenankan puasa padanya, jika melaksanakan puasa pada waktu yang tidak diperbolehkan padanya, maka puasanya tidak sah, bahkan tidak boleh dilakukan.