BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Tujuan Menikah | Insan Madani

Tujuan Menikah | Insan Madani

tujuan menikah

Tujuan menikah dalam Islam tidak hanya untuk hidup bersama di dunia, namun juga menyiapkan kehidupan di akhirat nanti.

Pernikahan bahkan dapat membuat hidup seseorang berubah menjadi lebih baik bila dijalani dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

Menikah juga membuat seorang muslim terhindar dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Rasulullah SAW dalam sebuah hadis bersabda:

“Wahai para pemuda, jika kalian telah mampu, maka menikahlah. Sungguh menikah itu lebih menentramkan mata dan kelamin. Bagi yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa bisa menjadi tameng baginya.” (HR. Bukhari No. 4779).

Pernikahan sejatinya bukan hanya menyatukan dua insan untuk membangun biduk rumah tangga saja. Ada beberapa tujuan pernikahan yang seharusnya dipahami oleh umat Muslim. Berdasarkan Alquran dan hadis Nabi, inilah tujuan menikah dalam Islam:

  1. Menjalankan Sunah Rasul

Menikah adalah bagian dari sunah Rasul. Nabi Muhammad saw semasa hidupnya banyak memberikan pelajaran yang sebaiknya diikuti oleh umatnya. Salah satunya adalah menikah.

Hal ini pun telah dijelaskan dalam sebuah hadis yang artinya sebagai berikut:

“ Menikah adalah sunahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat).” (HR. Ibnu Majah no. 1846, dishahihkan Al Albani dalam silsilah Ash Shahihah no. 2383).

2. Menyempurnakan Agama

Menikah itu adalah bagian dari menyempurnakan agama. Ya, hal tersebut benar adanya. Di mana menikah sama dengan menyempurnakan separuh ibadah, sedangkan separuhnya lagi dari ibadah yang lain. Hal ini sebagaimana hadis yang artinya sebagai berikut:

“ Barangsiapa menikah, makai a telah menyempurnakan separuh ibadahnya (agamanya). Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah SWT dalam memelihara yang sebagian sisanya.” (HR. Thabrani dan Hakim).

3. Melakukan Perintah Allah SWT

Allah SWT tentu saja akan memberikan perintah yang tidak akan menjerumuskan manusia. Setiap perintah Allah SWT akan memberikan kebaikan, manfaat, bahkan surga-Nya jika dilakukan dengan sebaik mungkin.

Salah satunya adalah menikah. Allah SWT pun juga telah berfirman dalam surat Anu-Nur ayat 32 yang artinya sebagai berikut:

“ Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32).

4. Mendapatkan Keturunan

Setiap laki-laki dan perempuan yang menikah, ada satu hal yang mereka tunggu-tunggu adalah memiliki momongan atau keturunan.

Begitu juga dengan tujuan menikah dalam Islam, yakni mendapatkan keturunan yang sholeh dan sholehah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 72 yang artinya sebagai berikut:

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ

“ Dan Allah menjadikan kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?” (QS. An-Nahl:72).

5. Menyenangkan Hati dalam Beribadah

Di saat menikah, maka akan tumbuh rasa kasih dan sayang antara suami-istri. Bahkan tujuan dari menikah juga untuk bisa menyenangkan hati. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Furqon ayat 74 yang artinya sebagai berikut:

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

“ Dan orang-orang yang berkata, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqon: 74).

6. Mendapatkan Ketenangan

Menikah tidak hanya sekedar untuk melampiaskan syahwat saja. Tetapi lebih daripada itu, yakni bisa menciptakan ketenangan dalam diri. Hal tersebut bisa dirasakan setelah menikah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ar-Rum ayat 21 yang artinya sebagai berikut:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“ Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia ciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di anataramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-rum: 21).

Mudah tapi sulit untuk dilaksanakan