BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Berapa Episode Hidup ini

Berapa Episode Hidup ini

Mari kita sama-sama mengerjakan soal matematika berikut ini,

Anas adalah seorang anak yang menyukai film kartun tentang superhero. Suatu hari ayahnya hendak membelikan satu set film kesukaannya yang dikemas menjadi empat episode dvd.

Namun uang sang ayah ternyata hanya cukup untuk membeli 3 episode saja. Maka Anas diminta untuk memilih satu episode yang akan ia korbankan. Pertanyaannya, episode mana yang akan ia lepaskan?

Bagaimana jawaban saudara? Mari kita diskusikan. Kalau menurut saya, Anas akan memilih episode pertama! Karena biasanya film itu awal-awalnya hanya cerita-cerita pembuka saja. Semakin lama, barulah semakin menegangkan dan menuju konflik.

Puncaknya pasti berada di episode terakhir, ketika sang superhero melawan musuh besarnya hingga berhasil menaklukannya. Saudara sepakat?

Baik kalau begitu kita lanjut soal berikutnya. Bagaimana kalau ternyata film itu terdiri dari seratus episode? Dan karena sesuatu hal Anas harus memilih, ia mengambil episode pertama tapi kehilangan 99 sisanya. Atau ia mengambil 99 episod tapi kehilangan satu yang pertama.

Saya yakin kita semua akan sepakat, bahwa Anas dengan senang hati akan mengorbankan satu episode pertama demi bisa menyelamatkan 99 sisanya.

Saudaraku, sebenarnya tak ada film superhero. Yang ada hanyalah kehidupan kita di dunia. Sadarkah bahwa hidup ini baru episode pertama, masih ada tiga lagi setelah ini. Yaitu epiisode alam kubur, hisab, dan pembalasan.

وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Padahal kamu awalnya tiada, lalu Allah menghidupkan kamu, lalu kamu dimatikan, lalu dihidupkan kembali, lalu kepada-Nya kamu dikembalikan.”

(Surat Al-Baqarah: 28)

Al-Quran telah memperinci, awalnya kita tiada dan belum dilahirkan. Lalu kita dihidupkan di dunia, lalu kita mati menuju alam kubur, lalu dihidupkan kembali untuk dihisab, lalu kembali kepada keputusan-Nya menuju ke surga atau ke neraka. Tepat empat episod!

Jika manusia (An-Nas) harus memilih satu episode mana ia harus bersusah payah, tetapi tiga sisanya ia akan beristirahat. Mana pilihannya?

Kalau menurut guru saya manusia akan memilih epiisode pertama, alam dunia. Karena alam-alam berikutnya akan semakin menegangkan dan menuju konflik. Puncaknya pasti berada di alam pembalasan, surga atau neraka.

Kini kita perhatikan kembali gaya bahasa yang digunakan ayat tersebut. Ada empat kata sambung yang diartikan sebagai “lalu”. Padahal bahasa Arabnya berbeda. Yang pertama menggunakan fa, sedangkan tiga berikutnya menggunakan tsumma.

Al-Quran menggunakan kata “fa” jika rentang waktunya sangat singkat. Contohnya dalam kalimat kun fayakun, dalam waktu singkat sekali apa yang Allah katakan kun pasti terjadi. Itu berarti hidup di dunia ini teramat singkat, karena menggunakan “fa”.

Sedangkan tiga episode berikutnya memakai “tsumma” mengisyaratkan bahwa alam-alam tersebut begitu lama. Jadi tidaklah adil jika hidup di dunia dihitung sebagai satu dari empat episode saja. Seolah-olah setiap alam memiliki durasi yang sama.

Yang benar adalah hidup di dunia ini bagaikan satu episode kecil, dan alam berikutnya adalah ratusan episode yang jauh lebih lama. Bahkan ribuan!

Saya yakin kita semua akan sepakat, bahwa manusia berakal dengan senang hati akan mengorbankan satu episode pertama hidupnya di dunia untuk bersusah payah, demi bisa menyelamatkan alam berikutnya untuk beristirahat.

Saudaraku, dunia ini teramat singkat. Susah payah sebentar tidak apa-apa. Sampai nanti kaki kita dapat menginjakkan langkah pertamanya di tanah surga.

(A.H.)