BAHASA: IndonesianEnglish
Home > Tausiyah > Kewajiban Berpuasa

Kewajiban Berpuasa

kewajiban berpuasa

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون

Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus-siyamu kama kutiba ‘alallazina ming qablikum la’allakum tattaqun.

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Ya ayyuhalladzina amanu

Memiliki makna khusus

Karena apa bila ada wahyu yang diawali Ya ayyuhalladzina amanu pasti ada sesuatu yang sangat penting karena isi dari wahyu itu biasanya akan sulit di terima bahkan mungkin ditolak oleh yang bukan golongan itu

Allah secara jelas mengatakan kutiba ‘alaikumus-siyamu yaitu diwajibkan bagi kamu untuk puasa.

Dan tidak berhenti disitu saja

Tapi dilanjutkan dengan kutiba ‘alallazina ming qablikum la’allakum tattaqun.

Makna nya puasa itu bisa dilaksanakankan oleh kaum sebelum kita sehingga tidak mungkin kita tidak bisa melakukannya

Maka jangan dianggap puasa itu adalah menyiksa diri karna menahan haus dan lapar, tapi itu adalah kehendak allah dan pasti ada hikmah didepannya

Puasa merupakan ibadah mahdoh atau ibadah yang sudah ditentukan aturan aturannya sehingga apabila kita tidak melakukan sesuai aturan maka tidak bisa dikatakan kita menjalankan nya,

Maka jangan kita jalankan puasa sesuai keinginan kita sendiri, karena aturan dari puasa itu sudah jelas.

Yang paling penting dalam menjalankan puasa adalah keyakinan kita kepada allah swt, ketika allah memerintahkan kepada hambanya pasti ada kebaikan di dalam nya, tetapi apabila ada sesuatu yang dilarng allah pasti ada sesuatu keburukannya. Karena allah pasti tau apa yang baik bagi kita dan buruk bagi kita,